Jakarta, CNN Indonesia — Raksasa teknologi Apple baru-baru ini menggemparkan dunia dengan pengumuman akuisisinya terhadap Q.ai, sebuah startup inovatif asal Israel. Kesepakatan bernilai fantastis, diperkirakan mencapai $1,6 miliar atau setara Rp26,86 triliun, menjadi sinyal kuat ambisi Apple dalam penguasaan kecerdasan buatan (AI), terutama di bidang audio dan analisis suara.
Meskipun Apple belum merinci detail finansial secara resmi, sumber internal mengungkapkan angka yang mencengangkan tersebut. Akuisisi ini bukan sekadar investasi, melainkan langkah strategis Apple untuk memperkuat fondasi teknologinya di berbagai perangkat.
Q.ai dikenal sebagai pengembang teknologi AI canggih yang mampu menganalisis audio dan suara dengan presisi tinggi. Startup ini telah menciptakan aplikasi machine learning yang revolusioner, memungkinkan perangkat untuk:
- Memahami bisikan halus sekalipun.
- Meningkatkan kualitas audio secara dramatis di lingkungan yang bising.
- Menganalisis mikro-gerakan wajah yang berkaitan dengan kata yang diucapkan, emosi, detak jantung, hingga laju pernapasan.
Teknologi ini membuka potensi tak terbatas untuk interaksi manusia-perangkat yang lebih intuitif dan personal.
Seluruh 100 karyawan Q.ai, termasuk CEO Aviad Maizels serta para co-founder Yonatan Wexler dan Avi Barliya, akan secara resmi bergabung dengan tim Apple. Ini bukan kali pertama Maizels bekerja sama dengan raksasa Cupertino tersebut. Sebelumnya, ia mendirikan PrimeSense, perusahaan sensor 3D yang diakuisisi Apple pada tahun 2013, dan teknologinya menjadi basis pengembangan fitur pengenalan wajah Face ID yang kini ikonik di iPhone, menggantikan sensor sidik jari.
“Bergabung dengan Apple membuka peluang luar biasa untuk mendorong batasan dan mewujudkan potensi penuh dari apa yang telah kami ciptakan,” ujar Maizels, seperti dilansir Reuters. “Kami sangat senang bisa menghadirkan pengalaman ini kepada orang di seluruh dunia.”
Akuisisi ini sejalan dengan upaya Apple yang terus-menerus menanamkan fitur AI baru pada produk-produknya. Contoh terdekat adalah kemampuan AirPods yang kini dapat menerjemahkan percakapan antarbahasa secara real-time. Teknologi Q.ai diprediksi akan menjadi tulang punggung bagi inovasi serupa, mungkin bahkan lebih canggih, di masa depan.
Johny Srouji, Senior Vice President Apple untuk teknologi perangkat keras, tidak menyembunyikan antusiasmenya. “Q.ai adalah perusahaan luar biasa yang memelopori cara-cara baru dan kreatif dalam menggunakan imaging dan machine learning,” katanya. “Kami sangat antusias mengakuisisi perusahaan ini dengan Aviad di pucuk pimpinan, dan kami lebih bersemangat lagi dengan apa yang akan datang.”
Dengan akuisisi ini, Apple semakin memperjelas posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi AI. Siap-siap menantikan fitur-fitur revolusioner yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat Apple, mulai dari iPhone, AirPods, hingga mungkin perangkat pintar lainnya di masa depan.







