La Nina Bikin Banjir dan Longsor! Kapan Cuaca Indonesia Kembali Normal? BMKG Ungkap Prediksi Mengejutkan!

Hujan lebat hingga ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor masih melanda berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena iklim La Nina menjadi salah satu pemicu utama curah hujan berlebihan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kondisi iklim di Tanah Air akan kembali normal mulai April 2026. La Nina lemah yang saat ini aktif diperkirakan tidak akan berkembang menjadi kuat. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa La Nina lemah akan terus melemah hingga bulan Maret, setelah itu kondisi iklim diprediksi normal tanpa pengaruh El Nino maupun La Nina hingga akhir tahun.

Musim hujan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat diperkirakan akan berakhir pada akhir Februari hingga Maret. Selanjutnya, musim kemarau akan dimulai pada April hingga September, dan musim hujan akan kembali pada Oktober.

Berdasarkan Climate Outlook 2026, BMKG menyebut La Nina lemah akan bertahan pada periode Januari-Februari-Maret, kemudian beralih menuju fase netral pada Maret-April-Mei. BMKG juga menegaskan bahwa El Nino, fenomena kebalikan La Nina, tidak akan terjadi di Indonesia pada tahun 2026, berbeda dengan tahun 2023-2024. Akibatnya, suhu udara nasional di tahun 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2024.

Meskipun pengaruh La Nina melemah, BMKG tetap mengingatkan akan potensi cuaca ekstrem, terutama pada periode Januari-Maret 2026 yang bertepatan dengan puncak musim hujan. Untuk itu, BMKG terus memperkuat sistem peringatan dini berbasis dampak (impact-based forecasting) guna memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai potensi risiko cuaca.

Tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya fenomena El Nino atau La Nina, melainkan perubahan iklim jangka panjang yang ditandai dengan tren kenaikan suhu dan kelembapan udara global.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *