Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah menelusuri dugaan kebocoran data pelamar kerja di kementerian tersebut. Nezar menekankan bahwa prosedur standar operasi (SOP) untuk penerimaan karyawan seharusnya tidak melibatkan penggunaan platform seperti Google Drive.
Wamenkomdigi menjelaskan bahwa insiden ini sedang dalam pemeriksaan ketat oleh Inspektorat Jenderal Komdigi. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, unit yang membuka lowongan kerja tersebut, untuk mengidentifikasi letak kesalahan prosedur.
Nezar menambahkan bahwa kecerobohan ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Namun, setelah diketahui, akses ke data tersebut segera ditutup dan proses pendaftaran dialihkan ke kanal yang menggunakan platform lebih aman.
Dugaan kebocoran data ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun bernama Abil Sudarman. Abil menyoroti bahwa tautan pendaftaran lowongan Komdigi mengarahkan pelamar ke sebuah folder Google Drive.
Di dalam folder tersebut, pelamar diminta untuk mengunggah berbagai dokumen pribadi yang sensitif, seperti curriculum vitae (CV), foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat lamaran kerja, surat keterangan sehat, transkrip nilai, serta surat pengalaman kerja. Abil menyatakan bahwa akses ke data-data pribadi ini tidak dibatasi, memungkinkan sesama pelamar untuk melihat dan mengakses informasi satu sama lain.







