TERKUAK! Alasan Mengejutkan NASA Tunda Misi Bulan Artemis II Hingga Maret 2026!

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi mengumumkan penundaan peluncuran misi Artemis II mereka hingga Maret 2026. Misi bersejarah yang awalnya dijadwalkan pada Minggu, 8 Februari 2026, ini akan mengirimkan empat astronaut melampaui orbit Bumi menuju Bulan, menandai kembalinya manusia ke misi luar angkasa jarak jauh setelah lebih dari lima dekade sejak berakhirnya Misi Apollo.

Penundaan ini, menurut NASA, disebabkan oleh serangkaian masalah yang muncul selama uji coba, termasuk kebocoran hidrogen saat pengisian bahan bakar roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) Artemis II. Tim kini akan meninjau ulang data dan melakukan simulasi peluncuran kedua untuk mengatasi masalah tersebut.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan melalui X bahwa tantangan seperti ini telah diantisipasi, mengingat jeda lebih dari tiga tahun antara peluncuran SLS sebelumnya. “Itulah tepatnya mengapa kami melakukan uji coba basah. Uji coba ini dirancang untuk mengidentifikasi masalah sebelum penerbangan dan memastikan hari peluncuran dengan probabilitas keberhasilan tertinggi,” jelas Isaacman.

Hingga saat ini, para pemimpin NASA belum dapat memastikan apakah roket SLS perlu dipindahkan kembali ke gedung perakitan untuk perawatan. Namun, pengendali peluncuran mencatat bahwa beberapa pekerjaan perbaikan masih dapat dilakukan selama roket berada di landasan peluncuran. Jika misi tidak dapat dilaksanakan pada bulan Maret, peluncuran kemungkinan akan kembali ditunda untuk penggantian beberapa baterai di bagian atas roket.

Misi Artemis II akan membawa empat astronaut: Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Mereka dijadwalkan untuk melakukan eksplorasi antariksa selama 10 hari, melampaui sisi jauh Bulan, yang berpotensi memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi.

Para astronaut yang sebelumnya menjalani masa karantina di Houston sejak 21 Januari kini telah dibebaskan dan akan kembali masuk karantina sekitar dua minggu sebelum tanggal peluncuran yang ditargetkan berikutnya. NASA sebelumnya telah menyebut tanggal 6, 7, 8, 9, dan 11 Maret sebagai tanggal yang tersedia untuk peluncuran, dan “Maret menjadi waktu peluncuran yang memungkinkan, dan tim akan meninjau secara menyeluruh data dari uji coba, mengatasi setiap masalah, dan kembali melakukan uji coba sebelum menetapkan tanggal peluncuran resmi,” kata NASA dalam posting blognya.

Sebelumnya, NASA telah melakukan uji coba simulasi peluncuran Artemis II dengan mengisi roket SLS menggunakan lebih dari 700 ribu galon bahan bakar super dingin dan menjalankan simulasi hitung mundur. John Honeycutt, ketua Tim Manajemen Misi Artemis II, menekankan pentingnya uji coba ini: “Ini adalah kesempatan pertama bagi kami untuk menempatkan sistem terintegrasi Artemis II di landasan peluncuran dengan semua sistem bekerja bersama.”

Namun, uji coba tersebut tidak berjalan mulus. Beberapa jam setelah pengisian bahan bakar, tim menemukan kebocoran hidrogen cair, masalah yang juga pernah muncul pada uji coba pertama SLS pada tahun 2022 sebelum misi Artemis I. Hidrogen cair, yang disimpan pada suhu -253 derajat Celsius, dikenal sangat sulit dikendalikan karena molekulnya yang sangat kecil.

Selain kebocoran hidrogen, tim juga menghadapi masalah lain ketika sebuah katup yang menutup kabin wahana astronaut terbuka secara tidak sengaja, menyebabkan simulasi peluncuran ditunda. Hitung mundur sempat mencapai 5 menit terakhir sebelum sistem otomatis menghentikannya karena lonjakan kebocoran hidrogen cair. Uji coba berikutnya akan difokuskan pada fase-fase yang terlewat ini.

Meskipun persiapan pra-peluncuran kali ini disebut lebih lancar dibanding Artemis I pada tahun 2022, NASA menegaskan bahwa opsi untuk memindahkan roket SLS dan Orion kembali ke gudang perakitan masih tersedia jika diperlukan. Saat ini, belum jelas apakah langkah drastis tersebut akan diambil.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *