Peringatan BMKG: Jakarta dan Jabodetabek Dihantam Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Pekan Ini!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang akan melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. Terutama Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, diprediksi akan mengalami hujan sangat lebat pada hari Kamis (11/2). Wilayah Jabodetabek lainnya juga diperkirakan diguyur hujan sedang hingga lebat.

Pada hari Jumat (12/2), Jakarta Selatan masih akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sementara area lain di Jabodetabek tetap berpotensi hujan sedang hingga lebat. Selain itu, Kabupaten Tangerang juga diprediksi akan dilanda angin kencang yang berlangsung hingga hari berikutnya. BMKG memperkirakan kondisi hujan sangat lebat atau ekstrem tidak akan terjadi hingga Minggu (15/2), dengan seluruh Jabodetabek diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode tersebut.

Hujan lebat yang meluas di seluruh Tanah Air selama sepekan ke depan ini disebabkan oleh beberapa dinamika atmosfer. Salah satu pemicu utamanya adalah aktivitas Monsun Asia yang diprediksi masih kuat hingga dasarian kedua Februari 2026. Ini akan meningkatkan potensi hujan intensitas tinggi di wilayah Indonesia bagian selatan.

Beberapa dinamika atmosfer lain yang turut mempengaruhi cuaca ekstrem ini meliputi fase La Niña lemah pada skala global, yang ditandai dengan SOI +11.6 dan indeks Niño 3.4 sebesar −0.75. Kondisi ini memicu peningkatan aktivitas konvektif, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Pada skala regional, sirkulasi siklonik terbentuk di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Lampung, dan Laut Coral. Sistem ini menginduksi pembentukan daerah konvergensi di beberapa wilayah, termasuk Samudra Hindia barat Aceh dan Sumatra, serta pesisir selatan Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan Papua. Pembentukan daerah konvergensi ini secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

BMKG juga memantau pergerakan seruakan dingin (cold surge) yang menguat seiring dengan Monsun Asia, ditunjukkan oleh nilai Indeks Surge yang signifikan, peningkatan angin utara, dan Indeks CENS yang tinggi. Selain itu, gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, yang turut berkontribusi pada peningkatan potensi hujan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *