Waspada! Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hingga Angin Kencang Hari Ini!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang akan melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada hari Kamis, 12 Februari 2026. Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi area yang paling berisiko diguyur hujan dengan intensitas tinggi, sementara wilayah Jabodetabek lainnya juga diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat.

Tidak hanya hujan, wilayah Kabupaten Tangerang juga diperkirakan akan diterjang angin kencang yang dapat berlangsung hingga hari berikutnya. Meskipun demikian, BMKG memprediksi tidak ada hujan ekstrem atau sangat lebat yang akan terjadi hingga Minggu, 15 Februari, dengan seluruh wilayah Jabodetabek masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat selama periode tersebut.

Kondisi cuaca ekstrem ini dijelaskan BMKG sebagai dampak dari berbagai dinamika atmosfer, baik pada skala global maupun lokal. Salah satu pemicu utamanya adalah aktivitas Monsun Asia yang diprediksi masih akan sangat kuat memengaruhi cuaca di Indonesia, setidaknya hingga dasarian kedua Februari. Pengaruh ini menyebabkan peningkatan signifikan potensi hujan dengan intensitas tinggi, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan.

Pada skala global, fase La Niña lemah dengan indeks SOI +11.6 dan indeks Niño 3.4 sebesar -0.75 turut berkontribusi meningkatkan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia. Sementara itu, pada skala lokal, sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di Samudra Hindia bagian barat Aceh, Samudra Hindia bagian barat Lampung, dan Laut Coral. Sistem ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi di berbagai lokasi, termasuk di Samudra Hindia barat Aceh dan Sumatra Utara, serta di pesisir selatan Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi, hingga Papua.

BMKG juga memantau pergerakan seruakan dingin (cold surge) yang bersamaan dengan penguatan Monsun Asia, ditandai dengan peningkatan angin utara. Lebih lanjut, gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin terdeteksi aktif di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Selatan. Gelombang Rossby Ekuator juga terpantau aktif di sebagian besar wilayah Indonesia. Kombinasi dari seluruh dinamika atmosfer ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan menyebabkan cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *