Kabar mengejutkan datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyusul pengunduran diri enam kepala dinas dalam setahun pertama masa jabatan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Wakil Gubernur Surya. Pengunduran diri massal ini menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi.
Menanggapi fenomena ini, Gubernur Bobby Nasution angkat bicara. Menantu Presiden Jokowi ini tidak menampik kabar tersebut dan bahkan secara blak-blakan menilai bahwa kinerja buruk menjadi alasan utama di balik keputusan para pejabat tersebut. “Kalau kepala dinasnya buruk ya mundur aja, nggak apa-apa,” tegas Bobby, seperti dilansir detikSumut.
Bobby lebih lanjut menjelaskan bahwa Pemprov Sumut memiliki sistem penilaian kinerja untuk setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia bahkan mengungkapkan bahwa hampir semua pejabat yang mundur memiliki catatan kinerja yang kurang memuaskan. “Hampir semua buruk semua yang mengundurkan diri, alhamdulillah tahu diri,” tambahnya, menyiratkan bahwa para pejabat tersebut menyadari kekurangan mereka.
Berbagai alasan diutarakan oleh para pejabat yang mengundurkan diri, mulai dari masalah kesehatan, keinginan untuk melanjutkan pendidikan, merasa tidak mampu bekerja secara maksimal, hingga alasan fokus pada keluarga. Namun, pernyataan Bobby Nasution mengindikasikan bahwa alasan-alasan tersebut mungkin hanya sebagian dari gambaran besar.
Para pejabat eselon II Pemprov Sumut yang telah mundur antara lain Muhammad Rahmadani Lubis (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah), Hasmirizal Lubis (Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), Rajali (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura), Fitra Kurnia (Kadis Perindag ESDM), dan Hendra Dermawan Siregar (Kadis PUPR). Selain itu, Kepala Dinas Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus, juga mengundurkan diri, namun kasusnya berbeda karena ia tersandung dugaan korupsi.







