Langit akan dihiasi oleh fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026. Peristiwa langit ini akan menjadi gerhana pertama yang terjadi sepanjang tahun 2026, menarik perhatian para pengamat bintang di seluruh dunia.
Gerhana Matahari Cincin yang memukau ini diperkirakan akan tampak paling jelas dari wilayah terpencil Antarktika dan bagian selatan Samudra Selatan. Namun, pertanyaan besar muncul bagi masyarakat Indonesia: Apakah kita bisa menyaksikannya?
Menurut laporan, gerhana sebagian dapat diamati dari sejumlah kawasan lain, termasuk ujung selatan Amerika Selatan, Afrika bagian selatan, serta wilayah Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia. Sebagian besar Antarktika juga termasuk dalam area pengamatan.
Istilah ‘annular eclipse’ atau Gerhana Matahari Cincin berasal dari kata Latin annulus yang berarti cincin. Nama ini merujuk pada tampilan Matahari saat puncak gerhana, di mana bagian tepi Matahari masih terlihat membentuk lingkaran cahaya terang di sekeliling Bulan, menciptakan efek ‘cincin api’. Fenomena ini, meskipun tidak sedramatis Gerhana Matahari Total, tetap menjadi tontonan langit yang sangat menarik.
Secara keseluruhan, gerhana ini akan berlangsung selama 271 menit. Pada fase maksimumnya, diperkirakan sekitar 96 persen permukaan Matahari akan tertutup oleh Bulan. Efek ‘cincin api’ yang ikonik diperkirakan akan terlihat selama kurang lebih 2 menit 20 detik.
Wilayah yang dapat menyaksikan fenomena ini mencakup Antarktika, Argentina, Botswana, Chili, Komoro, Eswatini, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Reunion, Seychelles, Afrika Selatan, Tanzania, Zambia, dan Zimbabwe, serta beberapa wilayah samudra lainnya.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Fenomena ini sepenuhnya hanya akan terlihat di kawasan Antarktika dan sebagian wilayah Amerika Selatan, serta beberapa wilayah lain yang telah disebutkan.
Penting untuk diingat bahwa pengamatan gerhana Matahari, termasuk gerhana cincin, harus selalu menggunakan pelindung mata khusus atau filter Matahari. Melihat gerhana Matahari dengan mata telanjang tanpa perlindungan yang sesuai sangat tidak aman dan dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.







