Terungkap! Sinkhole ‘Ajaib’ di Sumatera Barat Ini Bikin Geger Ilmuwan, Ada Apa di Dasarnya?

Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), baru-baru ini mengumumkan penemuan fenomena sinkhole yang sangat unik di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Temuan ini mengejutkan para ahli karena karakteristiknya yang berbeda jauh dari sinkhole yang umum ditemukan di Indonesia.

Menurut ahli geologi teknik dari Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, hasil kajian cepat yang dilakukan pada awal Januari 2026 menunjukkan bahwa sinkhole di Situjuah tergolong istimewa dan tidak biasa. Kebanyakan sinkhole di Indonesia terbentuk pada batuan kapur (gamping), namun fenomena amblesan tanah yang tiba-tiba ini justru terjadi pada material vulkanik atau endapan gunung api. Ini menjadi poin perbedaan krusial yang membuatnya menonjol.

Keunikan lainnya adalah karakteristiknya sebagai pseudokarst atau kars semu. Sinkhole ini terbentuk melalui proses erosi internal akibat aliran air bawah tanah yang secara bertahap mengikis partikel tanah, menciptakan rongga berbentuk ‘pipa’ alami. Proses inilah yang menyebabkan terbentuknya celah dan saluran di dalam tanah, yang pada akhirnya runtuh dan membentuk lubang.

Yang lebih menarik, di dasar lubang sinkhole tersebut terdapat air berwarna biru yang memukau, menyerupai cenote yang sering ditemukan di bentang alam kars. Tim Badan Geologi juga telah mengukur derajat keasaman air (pH) di lokasi, dengan hasil yang menunjukkan kategori agak asam hingga netral.

“Karena keunikan ini, Badan Geologi menamainya dengan sinkhole Situjuah,” jelas Taufiq.

Secara umum, kemunculan sinkhole Situjuah ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: kelimpahan air (baik dari curah hujan maupun air tanah) dan stabilitas tanah yang rentan akibat jenis material vulkanik yang mudah terkikis. Penemuan ini tidak hanya menambah wawasan ilmiah tentang berbagai bentuk sinkhole yang dapat terjadi di Indonesia, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pemantauan geologi di daerah-daerah yang berpotensi mengalami peristiwa serupa.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *