Tragedi Sumut: Pencarian 40 Korban Banjir Bandang Dihentikan, Ribuan Warga Masih Hidup di Pengungsian!

Jakarta, CNN Indonesia — Bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda wilayah Sumatra Utara (Sumut) pada akhir November 2025 telah menelan ratusan korban jiwa. Setelah berbulan-bulan upaya pencarian, tercatat sebanyak 376 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 40 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, secara resmi mengumumkan penghentian pencarian terhadap 40 korban yang hilang tersebut. Keputusan berat ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi lapangan yang semakin sulit serta kesiapan keluarga korban yang telah menerima keadaan.

“Total korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 376 orang. Sedangkan 40 orang lainnya untuk pencariannya telah dihentikan,” terang Sri Wahyuni kepada CNNIndonesia.com. Ia menambahkan bahwa keluarga korban yang belum ditemukan telah mengikhlaskan dan bahkan telah melakukan doa bersama serta penebaran bunga di lokasi kejadian sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Data dari BPBD Sumut menunjukkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah paling terdampak dengan 131 korban meninggal dan 33 orang hilang. Disusul oleh Kabupaten Tapanuli Selatan (93 meninggal, 4 hilang), Sibolga (55 meninggal), Tapanuli Utara (36 meninggal, 2 hilang), Deliserdang (17 meninggal), Langkat (16 meninggal), Humbang Hasundutan (10 meninggal, 1 hilang), Kota Medan (12 meninggal), Pakpak Bharat (2 meninggal), Kota Padangsidimpuan (1 meninggal), Nias (2 meninggal), dan Nias Selatan (1 meninggal).

Meski bencana telah berlalu tiga bulan, namun penderitaan warga belum usai. Sebanyak 4.638 warga hingga kini masih terpaksa tinggal di posko-posko pengungsian. Pemerintah daerah tengah berupaya melakukan tahap pengosongan pengungsi secara bertahap, seiring dengan perbaikan infrastruktur dan hunian warga. Diharapkan tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda-tenda saat memasuki bulan Ramadan.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *