NAGAN RAYA – Sebanyak 195 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kini menghadapi situasi sulit setelah akses jalan utama mereka terendam banjir. Ketinggian air dilaporkan mencapai satu meter, membuat mereka terisolasi sepenuhnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mengonfirmasi bahwa kondisi ini merupakan dampak dari curah hujan lebat yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald, menjelaskan bahwa jalur menuju permukiman masyarakat Sikundo masih belum dapat dilintasi. Ruas jalan yang terendam banjir membentang sepanjang belasan meter, secara efektif memutus akses warga untuk keluar dari daerah mereka.
Banjir di kawasan ini dipicu oleh luapan sungai setempat. Curah hujan yang tinggi memperburuk keadaan, menyebabkan volume air sungai meningkat drastis hingga meluap dan membanjiri jalanan.
Ronald menambahkan bahwa tim BPBD Aceh Barat terus memantau situasi di lokasi banjir. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada kerusakan jalan yang signifikan dan, yang terpenting, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.
“Kami masih menanti surutnya air, sekaligus memastikan kondisi masyarakat di sana nantinya,” ujar Ronald, menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk menjamin keselamatan warga setempat.







