Horor di Udara Papua: Dua Pelaku Penembakan Pesawat Smart Air di Yahukimo Teridentifikasi!

Jakarta, CNN Indonesia — Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz telah berhasil mengidentifikasi dua dari sekitar 20 pelaku yang terlibat dalam insiden penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Lapangan Terbang Karowai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Menurut Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, pada Senin (15/2), dua individu yang teridentifikasi tersebut diduga kuat akan melarikan diri menuju Yahukimo. Lokasi Bandara Korowai Batu memang lebih dekat ke Yahukimo dibandingkan ke Tanah Merah di Boven Digoel.

Berdasarkan keterangan dari saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan para pelaku menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang, sementara sisanya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang.

Yusuf menambahkan bahwa kelompok bersenjata yang beroperasi di Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang, yang tersebar dalam beberapa kelompok kecil. Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok ini, dengan pola aksi yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian publik.

Dalam dua hari terakhir, aparat keamanan telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya, berinisial GW dan EH, dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan dan merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari kelompok Sisibia. GW terlibat dalam penembakan anggota Brimob pada 30 November 2022 dan penembakan sopir truk pada 30 Januari 2026. Sementara itu, EH terlibat dalam kasus pembakaran sekolah. Dua orang lainnya masih dalam proses pendalaman.

Sebelumnya, pesawat Smart Air yang mengangkut 13 penumpang ditembaki saat mendarat di Bandara Koroway Batu pada Rabu (11/2) sekitar Pukul 11.00 WIT. Pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Koroway Batu.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa penembakan terjadi dari arah hutan di samping area Bandara Koroway Batu. Akibat penyerangan brutal tersebut, kedua pilot pesawat, Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro, dikonfirmasi tewas di lokasi kejadian.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *