Insiden Penembakan Mengerikan: Pilot Senior Desak Pemerintah Perketat Keamanan Bandara Perintis Papua!

Insiden penembakan yang menewaskan dua pilot pesawat perintis di Papua tengah pekan ini telah memicu kekhawatiran serius di kalangan penerbang. Para pilot senior menyerukan pemerintah untuk segera memperketat pengamanan di bandara-bandara perintis, yang mereka sebut sebagai objek vital dan tulang punggung perekonomian di daerah-daerah terpencil.

Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, seorang pilot senior, menekankan betapa krusialnya peran bandara perintis dalam menjaga konektivitas wilayah yang terisolasi. Tanpa adanya transportasi udara, distribusi logistik serta mobilitas masyarakat di daerah-daerah terpencil akan lumpuh total.

“Kita paham para pilot ini terbang di lokasi daerah yang terisolasi,” ujar Putut di Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Kamis (12/2) malam, setelah menghadiri pemakaman salah satu pilot korban penembakan di Papua.

Menurutnya, para pilot yang bertugas di wilayah rawan konflik memiliki kompetensi profesional yang sangat tinggi. Namun, insiden tragis yang menewaskan dua rekan sejawatnya harus menjadi momen penting untuk evaluasi bersama, guna memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Putut mendesak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk memandang bandara sebagai objek vital yang wajib dilindungi. Ia merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional, serta standar internasional Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Annex 14 yang telah diadopsi dalam Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 139, dan juga Annex 17 terkait keamanan penerbangan.

“Tanpa pesawat, tanpa transportasi udara, daerah-daerah terisolir ini sangat susah dicapai. Ini juga jadi semangat bagi teman-teman penerbang yang masih bertugas di daerah rawan untuk terus meningkatkan situational awareness serta menjaga keamanan dan keselamatan,” tambahnya.

Sebelumnya, dua pilot pesawat perintis ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Bandara Korowai Batu, Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2). Salah satu korban, Egon Erawan, diketahui berdomisili di Kota Tangerang Selatan. Jenazah almarhum tiba di rumah duka di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Kamis sore, disambut oleh keluarga dalam suasana duka mendalam.

Organisasi Ikatan Pilot Indonesia (IPI) juga telah menyampaikan permintaan kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk memberikan jaminan perlindungan keamanan bagi para penerbang yang bertugas di wilayah rawan konflik.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *