Jakarta – Tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Tangerang Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono dinilai mulai menunjukkan arah pembangunan yang terukur dan bertahap. Pada fase awal ini, kebijakan pembangunan difokuskan pada pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, dirancang agar mudah dipahami publik dan terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari warga.
Pengamat kebijakan publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro, mengapresiasi fokus Sachrudin-Maryono pada kebutuhan dasar. “Program 3G – Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako, cukup relevan dan menarik perhatian. Program ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, akses pekerjaan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok. Pendekatan seperti ini membuat arah kebijakan pemerintah kota lebih mudah dipahami warga,” ujar Riko.
Riko menegaskan bahwa tahun pertama adalah fase peletakan fondasi, dan yang terpenting adalah konsistensi arah kebijakan serta keberlanjutan pelaksanaannya, bukan hasil jangka pendek. Arah pembangunan tersebut tercermin dari sejumlah indikator makro Kota Tangerang sepanjang tahun 2024-2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang meningkat dari 81,53 poin menjadi 82,41 poin. Angka harapan hidup juga naik dari 75,50 tahun menjadi 75,86 tahun, sementara harapan lama sekolah bergerak dari 13,90 tahun menjadi 13,96 tahun. “Meski perubahannya bertahap, tren ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat,” tambah Riko.
Di sektor ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) menguat dari 5,04 persen menjadi 5,20 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen, dan tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen. Menurut Riko, angka-angka ini menandakan bahwa kebijakan sosial dan ekonomi pemerintah mulai berjalan dan dirasakan manfaatnya. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam kebijakan akan semakin terasa dampaknya dalam beberapa tahun ke depan.
Riko juga menilai bahwa setahun pertama kepemimpinan Sachrudin-Maryono memang belum menghadirkan hasil akhir yang besar, namun arah kebijakan dan fondasi pembangunan sudah mulai terlihat. Ia optimis bahwa jika konsistensi ini dijaga, Kota Tangerang akan memiliki ruang untuk terus tumbuh dan berkelanjutan pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Dalam kurun waktu setahun, sejumlah capaian nyata telah terealisasi, antara lain pembangunan 26 Graha Kita Bersama (GKB), bedah 1.000 rumah warga, pembangunan empat ruas jalan, dan pemberian beasiswa kepada 576 penerima manfaat. Selain itu, Pemkot juga menyalurkan Bantuan Sosial berupa uang tunai kepada 2.668 penerima, santunan kematian kepada 805 keluarga, serta BPJS Ketenagakerjaan berupa bantuan iuran jaminan kematian dan kecelakaan kerja bagi 16.082 pekerja rentan. Tak kalah penting, pelatihan 1.000 wirausaha, serta bantuan modal usaha sebesar Rp20.000.000 kepada 184 penerima manfaat.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya, pembangunan diarahkan agar langsung dirasakan oleh masyarakat. Tahun 2025 menjadi fase penguatan fondasi, mulai dari perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas layanan publik, hingga pembangunan fisik di lingkungan permukiman warga. “Semua pembangunan harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami bekerja tidak sendirian, tetapi melibatkan semua pihak. Tujuannya agar pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, dengan layanan yang lebih mudah, lingkungan yang lebih tertata, dan ruang kota yang semakin nyaman,” ungkap Sachrudin.
Selama setahun kepemimpinan, Sachrudin-Maryono berhasil meraih 81 penghargaan tingkat nasional dan regional. Salah satunya, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Tangerang yang konsisten di atas 98 persen, bahkan menembus 100,71 persen pada 2025, yang mengantarkan Pemkot Tangerang meraih UHC Award 2026 Kategori Madya. Penghargaan lainnya termasuk Juara I BKN Award 2025, Peringkat III Pemerintah Kota Terbaik dalam Pencegahan Korupsi melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Tahun 2025 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Nasional Tahun 2025 atas inovasi Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU) yang masuk dalam Kategori Rajata.
Berbagai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa arah pembangunan Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi lingkungan. Semua prestasi ini menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus bekerja sama, menjaga konsistensi, membangun dan merawat Kota Tangerang agar semakin maju, nyaman, dan berkelanjutan.







