Jakarta – Pagar tembok panjang yang berdekatan dengan area SMPN 182 Jakarta Selatan (Jaksel) dilaporkan roboh. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa insiden ini disebabkan oleh struktur tanah yang labil.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa tembok tersebut roboh karena struktur tanahnya labil atau tanah urukan, yang mengakibatkan fondasi tidak kokoh. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.22 WIB di Jalan Kalibata Timur 1 Raya, RT/RW 02/08, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jaksel.
Tembok milik warga dengan panjang sekitar 65 meter dan tinggi 5,3 meter tersebut tiba-tiba ambruk ke arah sekolah. Meskipun insiden ini menyebabkan saluran air tersumbat dan kerugian fasilitas sekolah yang masih dalam pendataan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Saat ini, penanganan reruntuhan sedang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Pihak kepolisian juga memastikan tidak ada korban dalam insiden ini. Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menyatakan bahwa pemilik rumah yang pagarnya roboh telah menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab penuh, termasuk mengganti rugi kerusakan fasilitas sekolah dan mengangkut reruntuhan tembok yang menyumbat saluran air.
Komunikasi antara pemilik rumah dan pihak sekolah telah dilakukan untuk memastikan perbaikan fasilitas sekolah kembali seperti semula. Selain itu, polisi juga akan tetap melakukan penyelidikan terhadap penyebab robohnya tembok ini untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.







