Guncang Dunia Medsos! UpScrolled, Aplikasi Palestina Ini Jadi Magnet Baru Pengguna TikTok yang Kecewa

UpScrolled, sebuah aplikasi media sosial yang dikembangkan oleh Issam Hijazi, tiba-tiba menarik perhatian global setelah popularitasnya meroket di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Aplikasi ini muncul sebagai alternatif baru bagi TikTok, menyusul serangkaian kontroversi yang melanda platform video pendek tersebut.

Lonjakan pengguna UpScrolled terjadi setelah akuisisi resmi TikTok oleh investor dan perusahaan yang didukung Amerika Serikat pekan lalu. Keputusan ini, ditambah dengan pemblokiran akun jurnalis Gaza Bisan Owda dan tuduhan sensor konten terkait kekerasan oleh ICE di AS, memicu kemarahan dan seruan boikot dari banyak pendukung, mendorong mereka mencari platform media sosial lain dengan konsep serupa.

Hanya dalam setahun sejak didirikan, UpScrolled mengejutkan banyak pihak dengan menempati posisi teratas unduhan aplikasi di Amerika Serikat dalam kategori “jaringan sosial” gratis di Apple App Store. Popularitasnya juga meluas ke Inggris, Kanada, dan Australia, di mana aplikasi ini menjadi salah satu yang paling banyak diunduh.

Apa Itu UpScrolled?

UpScrolled memungkinkan penggunanya untuk mengunggah foto, video pendek, dan teks, menawarkan pengalaman yang terasa seperti perpaduan antara X (sebelumnya Twitter) dan Instagram. Antarmukanya sangat mirip dengan X, memungkinkan pengguna untuk menyukai, mengomentari, atau membagikan ulang postingan.

Meskipun memiliki kemampuan video pendek, saat ini pengguna cenderung lebih banyak menggunakan UpScrolled untuk postingan teks dan foto. Aplikasi ini juga dilengkapi halaman ‘Discover’ yang mirip dengan Snapchat, dengan topik Palestina menjadi yang paling populer, di mana ratusan postingan menggambarkan penderitaan di Jalur Gaza atau menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina.

Beberapa tokoh terkenal, seperti aktivis buruh Amerika Chris Smalls dan aktor Jacob Berger, turut bergabung dengan UpScrolled. Lonjakan pengguna baru ini sempat menyebabkan server platform down sementara pada akhir pekan, meskipun masalah teknis seperti kegagalan unggahan video telah diperbaiki.

Siapa di Balik UpScrolled?

UpScrolled didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, seorang pengusaha Palestina-Yordania-Australia yang sebelumnya berkarya di perusahaan teknologi besar seperti Oracle dan IBM. Perusahaan ini didukung oleh Tech for Palestine, sebuah proyek advokasi yang mendanai inisiatif teknologi pro-Palestina.

Dalam wawancara, Hijazi mengungkapkan bahwa ia terinspirasi untuk meninggalkan kariernya di industri teknologi besar dan membangun alternatif di tengah kehancuran Gaza oleh Israel. Tingkat sensor konten di aplikasi-aplikasi populer menjadi faktor utama pendorongnya. Ia merasa ingin merasa berguna dan melihat celah pasar untuk platform yang lebih transparan dan bebas dari sensor.

Berbeda dengan TikTok dan platform lain yang dituduh melakukan shadow banning terhadap konten pro-Palestina, UpScrolled mengklaim hanya memoderasi konten ilegal, seperti penjualan narkoba keras. Hijazi menegaskan bahwa algoritma aplikasi ini tidak dirancang untuk membuat pengguna terus menggulir tanpa henti, sebuah praktik yang dihindarinya karena dampak negatifnya terhadap orang, terutama generasi muda.

Meskipun ada keluhan, UpScrolled mempertahankan fitur linimasa kronologis sepenuhnya—fitur yang telah lama dihapus dari aplikasi populer lainnya. Tujuannya adalah menyediakan platform bagi pengguna untuk “bebas mengekspresikan pikiran, berbagi momen, dan terhubung dengan orang lain”, menegaskan bahwa aplikasi ini milik penggunanya, bukan milik algoritma tersembunyi atau agenda pihak luar.

Share this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *