Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal luas sebagai Twitter, kembali membuat geger jagat maya. Pada Senin malam, 16 Februari 2026, ribuan pengguna di berbagai belahan dunia melaporkan gangguan akses secara masif. Dari Amerika Serikat, Inggris, India, hingga Indonesia, keluhan “X down” membanjiri lini masa media sosial lain.
Banyak pengguna mengungkapkan rasa frustrasi mereka karena tidak dapat menyegarkan linimasa aplikasi atau mengakses situs web X. “X enggak bisa direfresh. Yang lain masih bisa jalan,” ujar Nidya, salah seorang pengguna yang mengalami kendala tersebut. Keluhan serupa juga datang dari Rina, “Enggak bisa diakses juga dari website.” Gangguan ini menyebabkan ketidakmampuan untuk mengirim pesan, melihat unggahan terbaru, dan menjaga koneksi yang stabil.
Menurut data dari Downdetector, situs pelacak gangguan layanan online, laporan mengenai X down melonjak tajam hingga lebih dari 25.000 laporan sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga saat berita ini ditulis, penyebab pasti di balik gangguan global ini masih misterius. Pihak X sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi atau memberikan tanggapan terkait insiden ini.
Insiden ini bukan yang pertama kali menimpa X. Sebelumnya, platform ini juga sempat mengalami masalah serupa pada Maret 2025. Gangguan layanan internet berskala besar juga pernah melanda penyedia infrastruktur lain seperti Cloudflare (November 2025), Microsoft Azure (tahun lalu), dan Amazon AWS (Oktober lalu), yang masing-masing berdampak pada ribuan situs web dan aplikasi populer, termasuk Snapchat dan Reddit. Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan layanan digital global terhadap masalah teknis.







